kena tilang  

Pagi ini aku mengendarai mobil Zidane-ku. Kupegang setir, kuinjak Gas-tuso, mobilku melaju Chievo. Tiba-tiba lampu merah menyala. Kucoba menginjak rem, tapi rasanya Sosa sekali, akhirnya kuterobos, dan Priiitt..!! Terdengar peluit dari seorang Tores-i lali lintas.
Dengan agak Trezeguet ak menginjak rem hingga mobilku bisa Birindelli
secara tiba-tiba. Kubuka Candela mobil dan me-Lopez kacamata yang kupakai.
"Kamu tahu kalau kamu Salas?!" tanya petugas itu.
"Benarrivo, pak! saya menerobos lampu merah." jawabku
"Mana Simeone kamu? Coba saya lihat." yanyanya.
"Aduh, I'm Sorin. saya Lupatelli membawanya, pak.! Soalnya Tacchinardi saya buru-buru dari Roma.
"Tapi Cannavaro kamu ngebut?" tanyanya galak padaku.
"Jangan gitu dong, gitu aja ko Maresca, pak?" kelitku.
"Semalam saya kurang Tudor, karena nonton sepak Bolano. Jadi, tadi pagi saya terlambat bangun. Sekarang saya ada Collina dan harus masuk Kaladze secepatnya. Kuperlihatkan Couto mahasiswaku kepadanya.
"KTP?" pintanya.
"Ya, Adani." jawabku. Dia lalu men-Chamot kertas dari Zago bajunya. Aku mencoba mengajak ber-Dalmat. "Ayala, pak, saya Baia di sini aja.
"Masa Oddo, kamu sudah melanggar. Ini surat tilangnya, kamu kena
Dida." katanya setelah Medieta identitasku mulai dari nomor mobil, nomor KTP, sampai nomor Buffon rumahku. "Baiklah, saya Tommasi dulu." lanjutnya meninggalkanku.
"Thank you Vieri much." sahutku walau dalam hati masih Gomes.
Ak melanjutkan perjalanan ke Campo dengan se-Helguera mungkin. Kulihat jam. Ah, waktu yang ter-Chiesa hanya Tre Minuti. Padahal lalu lintas mulai Mancini, sial!!
Andai ak bangun lebih awal Nesta-nya ak tak akan mengalami Nascimento seperti ini. Pengalaman kena tilang ini benar-benar membuatku Capocannonieri.

AddThis Social Bookmark Button

0 komentar

Post a Comment